Belajar bahasa dan budaya Jepang serta merasakan kehidupan kampus di salah satu universitas di Jepang tentu menjadi impian semua mahasiswa, khususnya mahasiswa yang memiliki minat terhadap bahasa dan budaya Jepang. Hal ini pula yang dirasakan oleh An’nisaa Damayanti, salah satu mahasiswa Prodi Sastra Jepang Universitas Nasional yang medapat kesempatan mengikuti Intensive Program in Japanese and Culture di University of The Sacred Heart yang berlangsung selama 4 bulan, yakni dari bulan Septermber 2016 hingga Januari 2017.  Program ini merupakan program intensif yang ditawarkan khusus bagi mahasiswa Sastra Jepang Universitas Nasional untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang sekaligus memahami budaya Jepang dengan merasakan secara langsung kehidupan di Jepang.

Dalam setiap tahunya  2 kali  Prodi Sastra Jepang  Unas  mengirimkan 1 orang mahasiswa untuk belajar di University of The Sacred Heart (Seishin Daigaku) dengan bantuan beasiswa dari universitas tersebut yang telah menjalin kerjasama dengan Universitas Nasional. Program yang telah menginjak tahun ke-5 ini  terbagi dalam 2 periode, yakni periode autumn/summer class dan periode fall/winter class. An’nisaa mendapatkan kesempatan belajar di universitas tersebut pada periode fall/winter class yang berlangsung dari tanggal 23 September 2016 hingga Januari 2017.

Bagi An’nissa, mendapatkan beasiswa  belajar di Jepang selama 4 bulan merupakan pengalaman yang sangat berharga. Karena menurutnya, selain kemampuan bahasa Jepang yang meningkat, ia pun banyak mendapatkan pengalaman baru yang ia rasakan secara langsung berkaitan dengan budaya Jepang, seperti mempelajari seni bela diri naginata, belajar memainkan alat musik koto dan shamisen, dan membuat mochi bersama teman dan orang-orang Jepang. Selain itu, pengalaman hidup sendiri selama 4 bulan di negara asing membuatnya lebih percaya diri dan mandiri. Tidak hanya itu saja, interaksinya dengan orang Jepang  membuatnya lebih memahami karakter, pola pikir, dan kebiasaan orang Jepang, seperti dalam hal menghargai proses, menghargai waktu, dan sangat menepati janji. Bagi An’nisa Sisi-sisi positif dari orang Jepang ini menjadi media untuk introspeksi diri.

Hal yang paling mengesankan bagi An’nissa selama belajar di sana adalah para dosen dan mahasiswi University of The Sacred Heart sangat menghargainya sebagai orang Islam yang berpantang makan daging babi. Setiap makan bersama, mereka selalu menyiapkan makanan yang dapat ia makan. Hal itu membuatnya merasa dihargai dan merasakan toleransi beragama di sana.

Terakhir An’nisa berpesan bagi mahasiswa yang ingin belajar di Jepang untuk lebih percaya diri berbicara bahasa Jepang dan jangan takut untuk mencoba apapun karena orang Jepang sangat menghargai usaha kita untuk berbicara dengan mereka.  Semangat kejar mimpi kalian untuk belajar di Jepang. Ganbatte kudasai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *